Rabu, 09 November 2011







                           JAJAH MORAL BANGSA
 
MODERNISASI

Bersegeralah kalian melakukan amal  shalih sebelum datangnya fitnah, dimana fitnah itu seperti potongan – potongan malam yang gelap gulita. Pagi – pagi seseorang masih beriman, tetapi disore hari sudah menjadi kafir, dan sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya telah menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan secuil dunia.   (HR. Musslim)
     Belakangan ini kita dihadapkan dengan berbagai polemik yang mengerutkan urat – urat syaraf, tidak ada lagi yang namanya loyalitas, komitmen atau bahkan kekerabatan, yang ada hanya KEPENTINGAN. Syari’at agama? Tentu hal ini lebih jauh lagi ditinggalkan masyrakat kita. Hanya segelilntir orang yang masih mampu bertahan dibawah payung – payung syari’at agama. Tentu saja hal – hal semacam ini membuat moral bangsa menjadi tak terkendali dan kehilangan arah. Angin ketimur ikut ketimur angin kebarat ikut kebarat, begitulah sikap yang diambil umat ini.
Ada dua hal yang menyebabkan modernisasi begitu menggurita dalam tiap – tiap sendi kehidupan ini:    Yang pertama; Tersebar luasnya alat – alat komunikasi.    Begitu mengherankan memang, hampir disetiap belahan bumi ini telah tersebar alat – alat komunkasi (salah satu dari sarana modernisasi), baik itu audio, visual maupun audio visual. Semuanya berkembang denga sangat pesat seperti tumbuhnya jamur dimusim hujan. Dari Abu Hurairoh ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda:” kiamat tidak akan terjadi sehingga. . . dan waktu semakin singkat (shahih bukhori). Atau dalam nash lain disebutkan: kiamat tidak akan terjadi, sehingga fitnah – fitnah marak, kebohongan merajalela dan pasar – pasar semakin berdekatan(HR. Ahmad). Sebagian ulama menyebutkan bahwa singkatnya waktu itu disebabkan oleh semakin berkurangnya berkah atau karena banyak orang menganggap terlalu singkat sa’at – sa’at senang disebabkan melimpahnya sarana komunikasi. Atau juga karena semakin berkurangnya kepedulian umat kepada agama. Hal ini dimanfa’atkan dengan baik oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan propagandanya. Padahl allah SWT telah ingatkan kita,
`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) yèd «!$# uqèd 3yçlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr& y÷èt/ Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <cÍ<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ  

120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
 Tidak mesti kita beragama yahudi ataupun nasrani, dengan menjadikan kita samar – samar dalam memahami dien ini saja sudah cukup memenuhi target mereka dengan baik.
Yang kedua; Tersebar luasnya alat – alat transportasi. Kemajuan zaman yang kian hari kian membelalakkan mata, mau tak mau memaksa setiap kepala untuk berfikir dan merencanakan segala sesuatu yang bertujuan  untuk kemudahan dalam braktivitas sehari – hari. Hal ini jugalah yang menyebabkan semakin beraneka ragamnya alat trasportasi sa’at ini. Yang dulunya untuk bepergian antar kota saja sudah memakan waktu yang lama,bagaimana dengan antar Negara dan bahkan antar beua? Tapi kini semua itu menjadi sangat mudah dan praktis. Jadi, benarlah apa yang nabi saw sabdakan;” kiamat tidak akan terjadi sehingga. . .. . dan waktu semakin singkat (shahih bukhori) Hal ini menyebabkan orang – orang semakin tidak betah dirumah, hingga para wanita dan anak – anak yang harusnya mereka menghabiskan waktu – waktunya dirumah sekarang mereka malah berkeliaran seperti “hewan ternak” yang berlenggak – lenggok dikeramaian. ( dan wanita – wanita yang berpakain tapi telanjang, yang bergoyang dan membuat orang lain bergoyang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya, padahal bau surga itu bisa dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR, Muslim).  Untuk kerumah mereka saja yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan mereka enggan apalagi dengan masjid atau tempat – tempat ta’liman, sangat banyak yang tidak mau tau, alergi, mengolok – ngolok dan bahkan menentang. Kemajuan ini dimanfa’atkan dengan baik oleh musuh – musuh islam, setiap waktu dan disetiap tempat mereka menyebarkan propaganda mereka,dengan semua cara, tidak pandang apakah caranya baik atau meragukan dan bahkan menyesatkan. Ditambah dengan dana yang sangat melimpah yang mereka miliki. Sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal hingga seluruhnya umat mengganti “pakaian” kehidupannya, dari pakaian syari’at kepakaian terbaru yang sangat kental bau kebebasannya. Tidak ada salahnya apa yang dikatakan oleh seorang fasis jerman dimasa adolf hitler ini, Tembok yang merah bila dikatakan putih terus – menerus, maka lambat laun orang – orang akan mengatakan itu tembok putih” begitulah kuatnya propaganda (arus moderenisasi yang ditiupkan oleh musuh – musuh islam) yang terjadi sa’at ini.
    Tentu saja tersebar luasnya kedua hal ini menyebabkan umat ini lupa dengan tujuan diciptakannya manusia kemuka bumi, allah berfirman;
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ  

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Kemudian, umat kehilangan jati diri yang sesungguhnya. Mereka lebih senang dengan segala sesuatu yang berbau barat,mau itu pergaulan, pakaian, makanan, keseharian dan lain sebagainya. Hingga dulu istilah teroris yang dinisbatkan kepada para bandit, penjahat, pencuri, pemerkosa, pemberontak dan yang sejenisnya yang mereka sama sekali tidak tau dengan agama, dan kini istilah teroris itu dinisbatkan kepada orang – orang sholeh, ahli ibadah, yang rajin kemesjid dan orang – orang yang sangat faham dan peduli kepada agama ini. Maka dapat kita saksikan umat kita sa’at ini seiya dan sekata mengatakan  KAMI SETUJU”.
Serta umat sa’at ini memandang remeh terhadap dosa, dosa besar saja mereka remehkan bagaiana dengan dosa keci? mungkin mereka anggap sunnah?!. Padahal kita tidak pernah tau amalan mana dari amalan – amalan kita yang diterima allah SWT, sementara setiap hari kita selalu menabung dosa, menumpuk dosa, hingga menjadi gunung dosa yang menjulang tinggi.serta  umur yang  semakin berkurang dan ajal yang selalu mengintai.
    Memang diakui modernisasi yang kian hari kian mencengkram dunia ini juga memiliki manfa’at, tetapi ini yang menyebabkan modernisasi menjadi senjata yang bermata dua, disatu sisi memiliki banyak sekali manfa’at dan keguna’an, tapi disisi lain juga sangat banyak mengandung dampak negative yang sangat merugikan dunia apalagi akhirat. Yang kira – kira modernisasi mempunyai 80%  manfa’at dan 20% mudhorat, sungguh dapat kita saksikan umat lebih condong kepada yang 20% daripada yang 80%, Karena memang tabi’at manusia yang gemar kepada perbuatan dosa.
   Harusnya kita umat islam sudah terlebih dahulu peka terhadap hal – hal yang akan terjadi diakhir zaman ini, karena allah swt  dan rasulnya saw telah mengabarkannya jauh – jauh hari kepada kita. Peringatan – peringatan yang termaktub dalam al Qur’an dan as sunnah ini harusnya kita fahami, yakini dan amalkan, karena perkataan ini langsung dari rabb yang maha benar yang telah menciptakan kita dan memberikan kita keehidupan, dan dikuatkan oleh rosulnya yang maksum(sempurna), bukan perkata’annya sby, mama laurent, mbah marijan, bush atau lain sebagainya yang sukanya  bo’ongin” kita.
    Keada’an ini membuat umat makin jauh terperosok kedalam jurang kehina’an. bagaimana mungkin kita bisa mengeluarkan umat dari jurang – jurang kehina’an, sedangkan semua kemajuan sa’at ini dikendalikan oleh orang – orang yang berhaluan kiri(musuh – musuh islam). Mungkin kita bisa bilang kalau negara – negara arab  itu banyak yang kaya, tapi negara – negara arab bisa seperti itu dikarenakan sumber daya  alam(SDA) mereka yang begitu kaya, apalagi kalau bukan minyak. Hampir semua Negara – Negara islam yang kaya sa’at ini dikarenakan sumber daya alam mereka, bukan karena sumber daya manusia(SDM) yang mereka miliki. Berbanding terbalik dengan Negara – Negara barat ataupun yahudi, yang mereka memiliki sumber daya manusia yang sangat tinggi.
   Apa yang bisa kita lakukan???
   Sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan, maka langkah awal yang bisa kita tapaki yaitu pembenahan diri pribadi, keluarga, dan kerabat sekitar berdasakan aQidah shalafus sholleh. Ini sangat penting karena ini akan mennjadi landasan dan pijakan untuk langkah kita selanjutnya. Kemudian baru kita mencoba mengasung umat untuk memberikan wala’ nya secara penuh terhadap dien ini, dan memahamkan mereka akan aQidah yang benar.serta memperhatikan pendidikan para generasi penerus yang akan melanjutkan estafet perjuangan yang panjang ini. Karena sangat mengerikan memang keadaan generasi penerus kita saat ini, mereka dengan terang  terangan bermaksiat didepan umum, ditempat pribadi mereka? Jangan tanya saya, kita semua lebuh tau. sangat penting bagi kita mempersiapkan generasi penerus yang mereka sangat peka akan dien ini. Setelah itu kita bisa membenahi perekonomian umat ini dan penata’an umat untuk menyongsong tegak dan tercapainya cita – cita seluruh umat islam, yaitu berdirinya KHALIFAH ISLAMIYAH.
 Sekarang tinggal pilih,,!!! Mau jadi penonton yang sibuk menyoraki, mengomentari, dan merasa yang paling benar terhadap  orang yang sedang berjuang (yang jelas diposisi ini tentu sangat merugikan) atau jadi pemain yang berjuang dengan mengorbankan segalanya hingga tetes darah terakhir (tentu diposisi ini sangat menyenangkan dan menguntungkan), selain kebahagian dunia akhirat, tentu balasan dari allah swt  lebih sangat special.

Creat by: Azzam Al indragiri
(Mahasiswa Ma’had  ‘Aly Annur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar